Hallo para pembaca kali ini saya akan memberikan contoh pengertian tentang RUP
berikut url/linknya :
https://drive.google.com/file/d/0B3Ix6UjMafZCbzFGRlZlbk9SYUU/edit?usp=sharing
sekian dan terima kasih.
Selasa, 31 Desember 2013
Minggu, 27 Oktober 2013
algoritma dan pemograman 3 (program 2)
Program 2
public String
getGeometry() {
/*
* To change this
template, choose Tools | Templates
* and open the
template in the editor.
*/
package phytagoreantriplettoy;
/**
*
* @author Syaefa
*/
public class PhytagoreanTripletToy {
private int
number=0;
private int
numberOfTriplet=0;
final int
MAX_OF_TRIPLETS = 100;
private int[]
tripletA = new int [MAX_OF_TRIPLETS];
private int[]
tripletB = new int [MAX_OF_TRIPLETS];
private int[]
tripletC = new int [MAX_OF_TRIPLETS];
public
PhytagoreanTripletToy(int number) {
this.number =
number;
bruteForce();
}
public int
getNumberOfTriplet() {
return
numberOfTriplet;
}
public int
getNumber() {
return number;
}
public void
bruteForce () {
for (int
i=1;i<=number;i++) {
for (int
j=1;j<=number;j++) {
for (int k=1;k<=number;k++) {
if
(i*i == (j*j + k*k)) {
tripletA[numberOfTriplet] = i;
tripletB[numberOfTriplet] = j;
tripletC[numberOfTriplet] = k;
numberOfTriplet++;
if (numberOfTriplet == MAX_OF_TRIPLETS) return;
}
}
}
}
}
public String
toString() {
String
str="";
for (int i=0;i<numberOfTriplet;i++)
str +=
tripletA[i]+"\t"+tripletB[i]+"\t"+tripletC[i]+"\n";
return str;
}
static void test
() {
System.out.println(new PhytagoreanTripletToy(10));
}
public static void
main(String[] args) {
test();
}
}
/**
* @param args the
command line arguments
*/
// TODO code
application logic here
return
"Lingkaran";
}
public double area
() {
return PI *
radius * radius;
}
public double
circumference () {
return 2.0 * PI * radius;
}
}
/**
* @param args the
command line arguments
*/
// TODO code
application logic here
aloritma dan pemograman 3
Program 1
/*
* To change this
template, choose Tools | Templates
* and open the
template in the editor.
*/
package polymorphismToyJava;
public class PolymorphismToyJava {
static void
test(){
RectangleToy
theRectangle = new RectangleToy(100,200);
SquareToy
theSquare = new SquareToy(100);
CircleToy
theCircle = new CircleToy(100);
printGeometry(theRectangle);
printGeometry(theSquare);
printGeometry(theCircle);
}
public static void
main(String[]args){
test();
}
static void printGeometry(GeometryToy theG) {
System.out.println("======================================");
System.out.println("Geometry :"+theG.getGeometry());
System.out.println("Luas geometri :"+theG.area());
System.out.println("Keliling geometri
:"+theG.circumference());
}
}
abstract class GeometryToy{
abstract public
String getGeometry();
abstract public
double area();
abstract double
circumference();
}
class RectangleToy extends GeometryToy{
double
width,height;
public
RectangleToy(double newWidht, double newHeight){
width =
newWidht;
height =
newHeight;
}
public String getGeometry(){
return
"Persegi Panjang";
}
public double area() {
return width *
height;
}
public double circumference (){
return 2 * (width
+ height);
}
}
class SquareToy extends GeometryToy {
double side;
public SquareToy
(double newSide){
side =
newSide;
}
public String
getGeometry() {
return
"Bujur Sangkar";
}
public double
area() {
return side *
side;
}
public double
circumference(){
return 4 *
side;
}
}
class CircleToy extends GeometryToy {
final double
PI=3.14159;
double radius;
public CircleToy
(double newRadius) {
radius =
newRadius;
}
public String
getGeometry() {
return
"Lingkaran";
}
public double area
() {
return PI *
radius * radius;
}
public double
circumference () {
return 2.0 * PI * radius;
}
}
/**
* @param args the
command line arguments
*/
// TODO code
application logic here
Senin, 29 April 2013
sejarah sepak bola
Asal
muasal sejarah
munculnya olahraga sepak bola masih
mengundang perdebatan. Beberapa dokumen menjelaskan bahwa sepak bola lahir sejak masa Romawi, sebagian lagi menjelaskan
sepak bola berasal dari tiongkok. FIFA sebagai badan sepak bola dunia secara
resmi menyatakan bahwa sepak bola lahir dari daratan Cina yaitu berawal dari
permainan masyarakat Cina abad ke-2 sampai dengan ke-3 SM. Olah raga ini saat
itu dikenal dengan sebutan “tsu chu “.
Dalam
salah satu dokumen militer menyebutkan, pada tahun 206 SM, pada masa
pemerintahan Dinasti Tsin dan Han, masyarakat Cina telah memainkan
bola yang disebut tsu chu. Tsu sendiri
artinya “menerjang bola dengan kaki”. sedangkan chu, berarti “bola dari kulit
dan ada isinya”. Permainan bola saat itu menggunakan bola yang terbuat dari
kulit binatang, dengan aturan menendang dan menggiring dan memasukkanya ke
sebuah jaring yang dibentangkan diantara dua tiang.
Versi sejarah kuno tentang sepak bola yang
lain datangnya dari negeri Jepang, sejak abad ke-8, masyarakat disana telah
mengenal permainan bola. Masyarakat disana menyebutnya dengan: Kemari.
Sedangkan bola yang dipergunakan adalah kulit kijang namun ditengahnya sudah
lubang dan berisi udara.
Menurut Bill Muray, salah seorang
sejarahwan sepak bola, dalam bukunya The World Game: A History of Soccer,
permainan sepak bola sudah dikenal sejak awal Masehi. Pada saat itu, masyarakat
Mesir Kuno sudah mengenal teknik membawa dan menendang bola yang terbuat dari
buntalan kain linen.
Sisi sejarah yang lain adalah di Yunani
Purba juga mengenal sebuah permainan yang disebut episcuro, tidak lain adalah
permainan menggunakan bola. Bukti sejarah ini tergambar pada relief-relief
museum yang melukiskan anak muda memegang bola dan memainkannya dengan pahanya.
Sejarah sepak bola modern dan telah
mendapat pengakuan dari berbagai pihak, asal muasalnya dari Inggris, yang
dimainkan pada pertengahan abad ke-19 pada sekolah-sekolah. Tahun 1857 beridiri
klub sepak bola pertama di dunia, yaitu: Sheffield Football Club. Klub ini
adalah asosiasi sekolah yang menekuni permainan sepak bola.
Pada
tahun 1863, berdiri asosiasi sepak bola Inggris, yang bernama Football
Association (FA). Badan ini yang mengeluarkan peraturan
permainan sepak bola, sehingga sepak bola menjadi
lebih teratur, terorganisir, dan enak untuk dinikmati penonton.
Selanjutnya tahun 1886 terbentuk lagi
badan yang mengeluarkan peraturan sepak bola modern se dunia, yaitu:
International Football Association Board (IFAB). IFAB dibentuk oleh FA Inggris
dengan Scottish Football Association, Football Association of Wales, dan Irish
Football Association di Manchester, Inggris.
Sejarah
sepak bola semakin teruji hingga saat ini IFAB merupakan badan yang
mengeluarkan berbagai peraturan pada permainan sepak bola, baik tentang teknik
permainan, syarat dan
tugas wasit, bahkan sampai transfer perpindahan
pemain.
MANUSIA DAN PENDERITAAN
Manusia dan Penderitaan
Manusia memiliki dua sisi dalam hidupnya, yaitu ada sisi bahagia dan sisi penderitaan. Ada kalanya manusia mengalami kebahagiaan, namun kehidupan manusia itu sendiri kurang lengkap tanpa adanya penderitaan. Karena jika hanya ada kebahagiaan manusia tidak akan pernah bersyukur kepada Allah SWT yang telah menciptakannya. Allah SWT memberikan penderitaan kepada umatnya bukan untuk menyengsarakan hidupnya, hanya saja agar umatnya tidak berpaling dari-Nya. Karena itu disamping adanya rasa kebahagiaan juga ada sisi berlawanan yaitu penderitaan.
Penderitaan berasal dari kata derita yang artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Intensitas penderitaan masing-masing orang berbeda. Namun penderitaan akan di alami oleh semua orang, karena sudah menjadi "resiko" hidup. Penyebab penderitaan juga macam-macam. Ia datang kepada kita dalam bentuk sakit, gagal dalam usaha, diperlakukan secara tidak adil, mengalami duka cita karena kematian orang yang kita kasihi, musibah seperti bencana alam. Singkatnya ada banyak penyebab penderitaan. Apa pun penyebabnya, penderitaan selalu ada.
Mengangkat dari kisah kehidupan nyata yang dialami oleh Gitta Sessa Wanda Cantika (Keke) dalam judul bukunya "Surat Kecil Untuk Tuhan". Gadis berusia 13 tahun yang harus mengalami penderitaan berat dalam hidupnya, yaitu terkena penyakit kanker jaringan lunak atau Rabdomiosarkoma dan ia menjadi orang pertama di Indonesia yang mengalami penyakit itu. Para dokter dan ahli medis pun tidak mampu menyembuhkan kanker ganas itu. Kanker yang hanya sebesar kuku jari itu menyerang bagian pelipis mata dan membuat sebagian wajah Keke bengkak sebesar bola tenis, mata Keke buta dan kehilangan pernafasan hidung sebelah kiri. Penyakit itu telah membuat Keke kehilangan masa remaja nya serta cita-citanya untuk menjadi penyanyi dan model. Meskipun Keke sempat sembuh dari penyakit itu dan ia masih bisa mengikuti ujain sekolah, namun kanker ganas itu menyerang Keke lagi. Meskipun penderitaan yang dialami nya sangatlah berat gadis ini masih tetap bersyukur karena selalu ada orang-orang terkasih disampingnya yang memberikan semangat sampai akhir hidupnya. Ia tidak pernah menyesali apa yang telah Allah berikan kepadanya. Ia masih bisa bersyukur karena Allah masih mengijinkan ia mengikuti ujian sekolah dan berkumpul dengan keluarga walaupun hanya sesaat.
Melihat kisah penderitaan Keke, manusia memang tidak terlepas dari sisi penderitaan. Allah menginginkan kita mengintropeksi diri kita, jangan pernah sesali apa yang terjadi. Bersyukurlah dalam keadaan apapun.
Sobat.. bila ada tawa di dunia ini, maka akan ada tangis disampingnya - Surat Kecil Untuk Tuhan
SUMBER
Narkoba dan dampaknya
NARKOBA DAN DAMPAKNYA
Narkoba (singkatan
dari Narkotika, Psikotropika dan Bahan
Adiktif berbahaya lainnya) adalah bahan/zat yang jika dimasukan dalam
tubuh manusia, baik secara oral/diminum, dihirup, maupun disuntikan, dapat
mengubah pikiran, suasana hati atau perasaan, dan perilaku seseorang. Narkoba
dapat menimbulkan ketergantungan (adiksi) fisik dan psikologis.
Narkotika adalah zat atau obat
yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi
sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya
rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan (Undang-Undang No. 22 tahun
1997). Yang termasuk jenis Narkotika adalah :
§
Tanaman papaver, opium mentah, opium masak (candu, jicing, jicingko), opium
obat, morfina, kokaina, ekgonina, tanaman ganja, dan damar ganja.
§
Garam-garam dan turunan-turunan dari morfina dan kokaina, serta
campuran-campuran dan sediaan-sediaan yang mengandung bahan tersebut di atas.
§
Psikotropika adalah zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan
narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan
saraf pusat yang menyebabkan perubahan pada aktivitas mental dan perilaku
(Undang-Undang No. 5/1997). Zat yang termasuk psikotropika antara lain:
§
Sedatin (Pil BK), Rohypnol, Magadon, Valium, Mandarax, Amfetamine,
Fensiklidin, Metakualon, Metifenidat, Fenobarbital, Flunitrazepam, Ekstasi,
Shabu-shabu, LSD (Lycergic Alis Diethylamide), dsb.
§
Bahan Adiktif berbahaya lainnya adalah bahan-bahan alamiah, semi sintetis
maupun sintetis yang dapat dipakai sebagai pengganti morfina atau kokaina yang
dapat mengganggu sistim syaraf pusat, seperti:
§
Alkohol yang mengandung ethyl etanol, inhalen/sniffing (bahan pelarut)
berupa zat organik (karbon) yang menghasilkan efek yang sama dengan yang
dihasilkan oleh minuman yang beralkohol atau obat anaestetik jika aromanya
dihisap. Contoh: lem/perekat, aceton, ether, dsb.
Dari efeknya, narkoba
bisa dibedakan menjadi tiga:
1. Depresan, yaitu menekan sistem
sistem syaraf pusat dan mengurangi aktifitas fungsional tubuh sehingga pemakai
merasa tenang, bahkan bisa membuat pemakai tidur dan tak sadarkan diri. Bila
kelebihan dosis bisa mengakibatkan kematian. Jenis narkoba depresan antara lain
opioda, dan berbagai turunannya seperti morphin dan heroin. Contoh yang populer
sekarang adalah Putaw.
2. Stimulan, merangsang fungsi
tubuh dan meningkatkan kegairahan serta kesadaran. Jenis stimulan: Kafein,
Kokain, Amphetamin. Contoh yang sekarang sering dipakai adalah Shabu-shabu dan
Ekstasi.
3. Halusinogen, efek utamanya adalah
mengubah daya persepsi atau mengakibatkan halusinasi. Halusinogen kebanyakan
berasal dari tanaman seperti mescaline dari kaktus dan psilocybin dari
jamur-jamuran. Selain itu ada jugayang diramu di laboratorium seperti LSD. Yang
paling banyak dipakai adalah marijuana atau ganja.
Penyalahgunaan Narkoba
Kebanyakan zat dalam
narkoba sebenarnya digunakan untuk pengobatan dan penefitian. Tetapi karena
berbagai alasan – mulai dari keinginan untuk coba-coba, ikut trend/gaya,
lambang status sosial, ingin melupakan persoalan, dll. – maka narkoba kemudian
disalahgunakan. Penggunaan terus menerus dan berianjut akan menyebabkan
ketergantungan atau dependensi, disebut juga kecanduan.
Tingkatan
penyalahgunaan biasanya sebagai berikut:
1. coba-coba
2. senang-senang
3. menggunakan pada saat
atau keadaan tertentu
4. penyalahgunaan
5. ketergantungan
Dampak penyalahgunaan Narkoba
Bila narkoba digunakan
secara terus menerus atau melebihi takaran yang telah ditentukan akan
mengakibatkan ketergantungan. Kecanduan inilah yang akan mengakibatkan gangguan
fisik dan psikologis, karena terjadinya kerusakan pada sistem syaraf pusat (SSP)
dan organ-organ tubuh seperti jantung, paru-paru, hati dan ginjal.
Dampak penyalahgunaan
narkoba pada seseorang sangat tergantung pada jenis narkoba yang dipakai,
kepribadian pemakai dan situasi atau kondisi pemakai. Secara umum, dampak
kecanduan narkoba dapat terlihat pada fisik, psikis maupun sosial seseorang.
Dampak Fisik:
1. Gangguan pada system
syaraf (neurologis) seperti: kejang-kejang, halusinasi, gangguan
kesadaran, kerusakan syaraf tepi
2. Gangguan pada jantung
dan pembuluh darah (kardiovaskuler) seperti: infeksi akut otot jantung,
gangguan peredaran darah
3. Gangguan pada kulit (dermatologis)
seperti: penanahan (abses), alergi, eksim
4. Gangguan pada
paru-paru (pulmoner) seperti: penekanan fungsi pernapasan, kesukaran
bernafas, pengerasan jaringan paru-paru
5. Sering sakit kepala,
mual-mual dan muntah, murus-murus, suhu tubuh meningkat, pengecilan hati dan
sulit tidur
6. Dampak terhadap
kesehatan reproduksi adalah gangguan padaendokrin, seperti: penurunan fungsi
hormon reproduksi (estrogen, progesteron, testosteron), serta gangguan
fungsi seksual
7. Dampak terhadap
kesehatan reproduksi pada remaja perempuan antara lain perubahan periode
menstruasi, ketidakteraturan menstruasi, dan amenorhoe (tidak haid)
8. Bagi pengguna narkoba
melalui jarum suntik, khususnya pemakaian jarum suntik secara bergantian,
risikonya adalah tertular penyakit seperti hepatitis B, C, dan HIV yang
hingga saat ini belum ada obatnya
9. Penyalahgunaan narkoba
bisa berakibat fatal ketika terjadi Over Dosis yaitu konsumsi
narkoba melebihi kemampuan tubuh untuk menerimanya. Over dosis bisa
menyebabkan kematian
Dampak Psikis:
1. Lamban kerja, ceroboh
kerja, sering tegang dan gelisah
2. Hilang kepercayaan
diri, apatis, pengkhayal, penuh curiga
3. Agitatif, menjadi
ganas dan tingkah laku yang brutal
4. Sulit berkonsentrasi,
perasaan kesal dan tertekan
5. Cenderung menyakiti
diri, perasaan tidak aman, bahkan bunuh diri
Dampak Sosial:
1. Gangguan mental,
anti-sosial dan asusila, dikucilkan oleh lingkungan
2. Merepotkan dan menjadi
beban keluarga
3. Pendidikan menjadi
terganggu, masa depan suram
Dampak fisik, psikis
dan sosial berhubungan erat. Ketergantungan fisik akan mengakibatkan rasa sakit
yang luar biasa (sakaw) bila terjadi putus obat (tidak mengkonsumsi obat pada
waktunya) dan dorongan psikologis berupa keinginan sangat kuat untuk
mengkonsumsi (bahasa gaulnya sugest). Gejata fisik dan psikologis ini juga
berkaitan dengan gejala sosial seperti dorongan untuk membohongi orang tua,
mencuri, pemarah, manipulatif, dll.
Bahaya bagi Remaja
Masa remaja merupakan
suatu fase perkembangan antara masa anak-anak dan masa dewasa. Perkembangan seseorang dalam masa anak-anak dan
remaja akan membentuk perkembangan diri orang tersebut di masa dewasa. Karena
itulah bila masa anak-anak dan remaja rusak karena narkoba, maka suram atau
bahkan hancurlah masa depannya.
Pada masa remaja,
justru keinginan untuk mencoba-coba, mengikuti trend dan gaya hidup, serta
bersenang-senang besar sekali. Walaupun semua kecenderungan itu wajar-wajar
saja, tetapi hal itu bisa juga memudahkan remaja untuk terdorong
menyalahgunakan narkoba. Data menunjukkan bahwa jumlah pengguna narkoba yang
paling banyak adalah kelompok usia remaja.
Masalah menjadi lebih
gawat lagi bila karena penggunaan narkoba, para remaja tertular dan menularkan
HIV/AIDS di kalangan remaja. Hal ini telah terbukti dari pemakaian narkoba
melalui jarum suntik secara bergantian. Bangsa ini akan kehilangan remaja yang
sangat banyak akibat penyalahgunaan narkoba dan merebaknya HIV/AIDS. Kehilangan
remaja sama dengan kehilangan sumber daya manusia bagi bangsa.
Apa yang masih bisa
dilakukan?
Banyak yang masih bisa
dilakukan untuk mencegah remaja menyalahgunakan narkoba dan membantu remaja
yang sudah terjerumus penyalahgunaan narkoba. Ada tiga tingkat
intervensi, yaitu
1. Primer, sebelum
penyalahgunaan terjadi, biasanya dalam bentuk pendidikan, penyebaran informasi
mengenai bahaya narkoba, pendekatan melalui keluarga, dll. Instansi pemerintah,
seperti halnya BKKBN, lebih banyak berperan pada tahap intervensi ini. kegiatan
dilakukan seputar pemberian informasi melalui berbagai bentuk materi KIE yang
ditujukan kepada remaja langsung dan keluarga.
2. Sekunder, pada saat penggunaan
sudah terjadi dan diperlukan upaya penyembuhan (treatment). Fase ini meliputi:
Fase penerimaan awal (initialintake)antara 1 – 3 hari dengan melakukan
pemeriksaan fisik dan mental, dan Fase detoksifikasi dan terapi komplikasi
medik, antara 1 – 3 minggu untuk melakukan pengurangan ketergantungan bahan-bahan
adiktif secara bertahap.
3. Tertier, yaitu upaya untuk
merehabilitasi merekayang sudah memakai dan dalam proses penyembuhan. Tahap ini
biasanya terdiri atas Fase stabilisasi, antara 3-12 bulan, untuk mempersiapkan
pengguna kembali ke masyarakat, dan Fase sosialiasi dalam masyarakat, agar
mantan penyalahguna narkoba mampu mengembangkan kehidupan yang bermakna di
masyarakat. Tahap ini biasanya berupa kegiatan konseling, membuat
kelompok-kelompok dukungan, mengembangkan kegiatan alternatif, dll. [via]
Manusia dan Lingkungan
Masalah Lingkungan Hidup
Bagi Manusia
Pada mulanya masalah
lingkungan hidup merupakan masalah alami, yakni peristiwa-peristiwa yang
terjadi sebagai bagian dari proses natural. Proses natural ini terjadi tanpa
menimbulkan akibat yang berarti bagi tata lingkungan itu sendiri dan dapat
pulih kemudian secara alami (homeostasi).
Akan tetapi, sekarang
masalah lingkungan tidak lagi dapat dikatakan sebagai masalah yang semata-mata
bersifat alami, karena manusia memberikan faktor penyebab yang sangat
signifikan secara variabel bagi peristiwa-peristiwa lingkungan. Tidak bisa
disangkal bahwa masalah-masalah lingkungan yang lahir dan berkembang karena
faktor manusia jauh lebih besar dan rumit (complicated) dibandingkan dengan
faktor alam itu sendiri. Manusia dengan berbagai dimensinya, terutama dengan
faktor mobilitas pertumbuhannya, akal pikiran dengan segala perkembangan
aspek-aspek kebudayaannya, dan begitu juga dengan faktor proses masa atau zaman
yang mengubah karakter dan pandangan manusia, merupakan faktor yang lebih tepat
dikaitkan kepada masalah-masalah lingkungan hidup.
Oleh karena itu,
persoalan-persoalan lingkunganm seperti krusakan sumber-daya alam, penyusutan
cadangan-cadangan hutan, musnahnya berbagai spesies hayati, erosi, banjir,
bahkan jenis-jenis penyakit yang berkembang terakhir ini, diyakini merupakan
gejala-gejala negatif yang secara dominan bersumber dari faktor manusia itu
sendiri. jadi, beralasan jika dikatakan, di mana ada masalah lingkungan maka di
situ ada manusia.
Terhadap masalah-masalah
lingkungan seperti pencemaran, banjir, tanah longsor, gaga! panen karena harna,
kekeringan, punahnya berbagai spesies binatang langka, lahan menjadi tandus,
gajah dan harimau mengganggu perkampungan penduduk, dan lain-lainnya, dalam
rangka sistem pencegahan (preventive) dan penanggulangan (repressive) yang
dilakukan untuk itu, tidak akan efektif jika hanya ditangani dengan paradigma
fisik, ilmu pengetahuan dan teknologi, atau ekonomi. Tetapi karena faktor tadi,
paradigma solusinya harus pula melibatkan semua aspek humanistis. Maka dalam
hal ini, peran ilmu-ilrnu humaniora seperti sosiologi, antropologi, psikologi,
hukum, kesehatan, religi, etologi, dan sebagainya sangat strategis dalam
pendekatan persoalan lingkungan hidup.
Pustaka : Hukum lingkungan
dan ekologi pembangunan Oleh Nommy Horas Thombang Siahaan,Indonesia.
Langganan:
Postingan (Atom)


